Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan

Cara mengatur tataletak elemen pada template blog

Kalau kamu berniat untuk membuat desain blog sendiri,harus mengetahui dasar HTML dan Dasar CSS sehingga bisa mengatur atau menambah tata letak dari susunan elemen yang ada didalam template blog.
Sebuah desain blog yang rapi,biasanya selalu lengkap dengan papan navigasi yang disebut dengan sidebar.Sidebar bisa diletakkan disebelah kiri ataupun kanan dari elemen konten.Bagaimana caranya agar elemen elemen tersebut bisa berada pada posisi yang rapi sesuai dengan keinginan?,,,,,
Marilah kita bahas bersama sama secara simple agar mudah dimengerti.

Turorial berikut hanyalah membahas mengenai teknik untuk menatur tataletak elemen pada bog.Untuk selanjutnya kamu bisa mengembangkannya sendiri,misalnya memberi border,background berwarna warni sesuai dengan kehendak.Baca: Cara memilih warna yang cocok untuk template blog

1.Membuat posisi elemen induk tepat berada ditengah screen,jika layar monitor komputer pengguna bertype monitor "wide".

Kita akan mengatur posisi elemen induk (biasanya para desainer menggunakan id "blog-wrapper"),hal ini dimaksudkan untuk mempermudah  identifikasi setiap elemen yang ada pada template blog.
Kalau "body" adalah tag HTML yang menunjukkan seluruh halaman sebuah situs/blog.Seluruh elemen yang berada di bawah body adalah elemen elemen yang akan ditampilkan di web browser pengguna.Seperti pada tag HTML yang lain,body bisa dijadikan sebagai selector pada CSS untuk diatur/dimanipulasi.

Pertama kita buat dahulu elemen induk,boleh kita sebut sebagai blog-wrapper.

--------------
<body>
<div id='blog-wrapper'>
---------
---------
---------
</div> <!-- End Of Blog Wrapper-->
</body>


Sekarang kita buat CSSnya untuk mengatur letak blog wrapper (elemen induk) agar posisinya berda ditengah body.ID HTML-nya yang kita buat adalah blog-wrapper,dan akan kita atur posisinya dengan menambahkannya sebagai CSS selector,penulisan:

div#blog-wrapper{
border: 1px solid #333333;
margin:0 auto;
padding:0;
text-align:center;
width:980px;
position:relative;
}

Perlu diketahui,declarator CSS yang memungkinkan elemen berada ditengah body adalah margin:0 auto.Namun width juga tidak boleh dilupakan,jika tidak ditetapkan maka percuma saja pengaturan ini.Contoh gambar ilustrasi dari hasilnya:
Cara mengatur tataletak elemen pada template blog

2.Membuat dua buah elemen yang berdampingan kiri dan kanan.
Disini kita juga memerlukan elemen induk untuk menaungi kedua elemen yang akan dibuat sejajar (berdampingan).Elemen induknya kita buat menggunakan ID "elemen-wrapper".Dan dua elemen yang akan dibuat berdampingan tersebut kita buat class HTMLnya dengan nama 'elemen1' dan 'elemen2'.

Berikut contoh code penerapan ID dan HTML nya:

<div id='elemen-wrapper'>
<div class='elemen1>
Isi elemen 1
</div>
<div class='elemen2>
Isi elemen 2
</div>
</div> <!--End elemen-wrapper-->

Penulisan CSSnya:

div#elemen-wrapper{
border: 1px solid #000000;
width: 980px;
position:relative;margin:0 auto;
padding:10px;
text-align:center;
}
div.elemen1{
border: 1px solid #555;
float:left;
overflow:hidden;
width:450px;
height: 300px;
}

div.elemen1{
border: 1px solid #555;
float:right;
overflow:hidden;
width:450px;
height: 300px;
}

Perlu digaris bawahi,declarator CSS yang membuat kedua elemen berada di kanan atau kiri adalah "float".Width (lebar) kedua elemen tersebut jika ditotal jumlahnya harus berada dibawah dari width elemen-wrapper.Jika width dari kedua elemen tersebut ditotalo dan jumlahnya lebih besar dari width elemen wrapper,maka letak kedua elemen tersebut tidak bisa menjadi berdampingan seperti tujuan kita.Nilai padding dari elemen-wrapper juga tidak boleh melebihi dari total lebar kedua elemen,jadi perlu juga untuk diperhitungkan.
Gambar:
Cara mengatur tataletak elemen pada template blog
3.Membuat 3 elemen berdampingan secara horizontal.
Tiga Elemen horizontal ini biasanya dipergunakan pada bagian bawah template.Kalau kamu kekurangan tempat untuk meletakkan widget,kamu bisa menambahkan tiga elemen horizontal pada blog.

Caranya hampir sama dengan cara yang kedua,bedanya disini kita menambahkan 3 elemen.

Seperti biasanya kita perlu membuat Elemen induk,disini ID HTMLnya kita beri nama "elemenfooterwrapper".Kemudian baru kita letakkan juga ketiga class HTML dari ketiga elemen tersebut.
Dari ketiga class elemen HTML berikut sengaja saya buat sama yaitu "elemenfooter".Kenapa kok tidak kita bedakan nama classnya seperti pada dua elemen diatas?,,,"
Karena dari ketiga elemen diatas akan kita buat sama persis baik ukuran ,garis pembatas (border),background dan lainnya.

Berikut contoh code penerapan ID dan Class HTML nya:

<div id='elemenfooterwrapper'>
<div class='elemenfooter>
Isi elemen
</div>
<div class='elemenfooter>
Isi elemen
</div>
<div class='elemenfooter>
Isi elemen
</div>
</div> <!--End elemenfooterwrapper-->

Penulisan CSSnya:

div#elemenfooterwrapper{width:980px;
margin:0 auto;
padding-top:10px;
border-top: 2px solid #ccc;
border-bottom: 2px solid #ccc
}

div.elemenfooter{float:left;
width:32.2%;
text-align:left;
line-height:1.3em;
overflow:hidden;
margin:2px;
padding:0 0 5px
}

Sedikit penjelasan CSS:
Pada elemen kita memakai width bukan satuan px,namun menggunakan satuan persen(%).Hal ini karena kita bermaksud agar ketiga elemen tersebut memiliki ukuran yang sama.Dalam contoh diatas width yang dipakai adalah 32.2%,artinya jika dikalikan tiga akan sama dengan kebutuhan.Dengan begitu lebar ketiga elemen lebarnya akan otomatis menyesuaikan dengan lebar elemenfooterwrapper sebagai elemen induk.Jika elemen tidak tertata secara horizontal,bisa dipastikan bahwa width elemen (dalam %) tersebut terlalu banyak.
Gambar:

Cara mengatur tataletak elemen pada template blog

Code code diatas hanyalah sebagai media penjelasan saja agar lebih mudah dipahami.Jadi code diatas hanyalah dasar pembuatan tataletak elemen dari sebuah template blog.

Cara mengedit template blogspot

Desain dari sebuah situs bisa menjadi sebuah identitas tersendiri yang unik.Karena itu untuk mendesain desain template yang berbeda dari semua situs yang ada akan membuat kesan sebagai satu ciri khas.

Desain template situs tidak kalah penting untuk diperhatikan,karena hal ini akan berpengaruh terhadap mood dari pengunjung.Desain harus sesuai dengan jenis dan tujuan dari sebuah situs jika ingin lebih optimal dalam segala hal.Baca:Memilih warna yang cocok untuk situs/blog.

Masih banyak alasan lagi kenapa seorang bloger harus menggunakan warna /desain template hasil sentuhan tangan sendiri.Padahal sebenarnya banyak template yang beredar dan bisa digunakan secara gratis bagus bagsu.
Misalnya saja si pemilik blog merasa lebih puas, jika template yang ia gunakan adalah hasil sentuhan tangan sendiri.

Jika anda ingin memiliki desain warna dan tataletak sendiri,anda hanya cukup merubah (mengedit) template yang sudah ada.Hanya menambahkan parameter tertentu saja,mengganti warna background sendiri misalnya.
Baca: Cara mengganti background blog dengan gambar

Untuk merubah tampilan blog (mengedit template) ,khususnya template blogger, anda bisa mencoba tips ini.
Sebelum mulai mengedit template blogspot,kita harus mengetahui struktur sebuah dokumen HTML terlebih dahulu.

Pada dasarnya seluruh template HTML situs itu sama,terdiri dari susunan:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Web title</TITLE>
Isi yang tidak terlihat di web browser
</HEAD>
<BODY>
Isi dari dokumen sesungguhnya yang terlihat di web browser
</BODY>
</HTML>

<HTML>
</HTML>
Code Seperti diatas disebut sebagai tag html, yang berfungsi untuk memarkup text ASCII menjadi dokumen html.
Tag html Diawali dengan tag pembuka <HTML> dan diakhiri dengan tag penutup </HTML>.Tag penutup ditandai dengan tanda slash "/",yaitu untuk menghentikan proses render.Jika lupa diberi slash maka text diantara kedua tag tersebut tidak akan diproses oleh browser.Karena tag tersebut dianggap sebagai texts biasa oleh browser.

Penjelasan tentang HTML Baca: Pengertian HTML

Berikut ini contoh susunan template XML blogger yang wajib dikenal sebelum memulai mengedit sebuah template.

Catatan: Hanya sebagai contoh,bukan untuk diterapkan secara langsung karena tidak lengkap.

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<HTML lang='en' xml:lang='en' xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml' xmlns:b='http://www.google.com/2005/gml/b' xmlns:data='http://www.google.com/2005/gml/data' xmlns:expr='http://www.google.com/2005/gml/expr'>
 
<HEAD>

  <META content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/>
  <META content='blogger' name='generator'/>
  <LINK href='/atom.xml' rel='alternate' title='Your Title - Atom' type='application/atom+xml'/>
  <LINK href='/rss.xml' rel='alternate' title='Your Title - RSS' type='application/rss+xml'/>

    <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;index&quot;'>
    <TITLE><data:blog.title/></TITLE>
    <b:else/>
    <TITLE><data:blog.pageName/> | <data:blog.title/></TITLE>
    </b:if>

    <b:skin><![CDATA[

body {
  background:$bgcolor;
  margin:0;
  color:$textcolor;
  font:x-small Georgia Serif;
  font-size/* */:/**/small;
  font-size: /**/small;
  text-align: center;
  }
a:link {
  color:$linkcolor;
  text-decoration:none;
  }
a img {
  border-width:0;
  }

/** Header **/
#header-wrapper {
  width: 940px;
  margin:10px auto;
  padding:30px 0;
  }


/** Outer-Wrapper **/
#outer-wrapper {
  text-align:$startSide;
  font: $bodyfont;
  }

#content-wrapper {
  width: 940px;
  margin:20px auto;
  }

#main-wrapper {
  width: 600px;
  }

#sidebar-wrapper {
  width: 280px;
  padding: 10px;
  border:1px solid #ccc;
  }


]]></b:skin>

  </HEAD>
 
  <BODY>

 <DIV id='outer-wrapper'>


  <DIV id='header-wrapper'>
     
  </DIV>

  <DIV id='content-wrapper'>
 
 <DIV class='post-footer'>
   
  </DIV>


 <DIV id='sidebar-wrapper'>

 </DIV>

<DIV id='siteinfo'>

</DIV>

</DIV><!-- end content-wrapper -->
</DIV> <!-- end outer-wrapper -->

</BODY>
</HTML>

Hal pertamakali yang harus diketahui dalam mengedit sebuah template (blogger), adalah mengetahui struktur dasar dokumen HTML dan kegunaanya.

Dari contoh atruktur template blogger, diatas mari kita bahas satu persatu code yang ada:


Diantara tag pembuka <head> dan tag penutup </head> adalah area yang tidak terlihat dihalaman blog.Area tersebut tempat meletakkan beberapa tag dan fungsi sbb:


#Berisi tag title,ditandai dengan tag pembuka <title> dan tag penutup </title>.
Ini adalah tag yang menampilkan title / judul halaman blog.Title ini Hanya dapat dilihat jika dokumen HTML diakses menggunakan browser.Namun hanya bisa dilihat pada tab browser (diluar dari isi halaman blog).

#Ditempatkan juga tag "Meta",(meta tag),meta tag adalah perintah yang hanya untuk dibaca oleh crawl (robot).
Ada beberapa perintah yang dimasukkan pada meta tag , tergantung kebutuhan dari sebuah blog.

Jika blog memerlukan deskripsi untuk dibaca oleh crawl mesin pencari, maka dibuat meta deskripsi:
eg:<meta content='berikut ini adalah cara mengedit template blog anda' name='DESCRIPTION'/>

#Biasanya juga diletakkan code pemanggilan kode sumber yang berada di folder lain atau di server situs yang lain.
Sumber kode yang dipanggil biasanya berupa file CSS dan file Javascript:
eg: <script type='text/javascript' src='hxxp://alamatsumbercode.com/folder/file.js'/>
<link rel='stylesheet' type='text/css' href='hxxp://alamatsumbercode.com/folder/style.css' media='screen'/>

Diantara tag pembuka <b:skin><![CDATA[ dan tag penutup ]]></b:skin>

Pada area ini diletakkan code CSS ,yaitu rangkaian code yang mengatur tataletak,warna background,font dari elemen HTML yang akan ditampilkan pada halaman blog.Masih banyak sekali fungsi untuk memanipulasi tampilan yang bisa diatur dengan CSS.
CSS ditandai dengan selector dari masing masing ID HTML yang ingin kita atur tampilannya.CSS sangat menentukan terhadap desain pada sebuah blog.
Melalui CSS inilah anda bisa merubah warna latar blog ,menambah garis pembatas,merubah ukuran elemen dan lain lain.
Untuk mengenal CSS,Anda bisa mempelajarinya pada kategori artikel: CSS

Di area tersebut berisi tag pembuka <body> dan tag penutup </body>

Pada area inilah isi dokiumen yang sesungguhnya yang terlihat pada sebuah halaman dari dokumen HTML.
Disini diletakkan elemen elemen yang menyususun bagian bagian dari isi halaman blog.

Elemen elemen tersebut ditandai dengan adanya ID HTML.ID html dibuat oleh seorang webmaster sebagai selector dan untuk mempermudahkan mengenali bagian dari sebuah elemen.Selector adalah identitas suatu komponen /elemen yang akan kita atur dengan CSS.

Susunan ID elemen template html Contoh:
Tag DIV pembuka <DIV id='outer-wrapper'> dan tag div penutup</DIV>

Contoh ID elemen yang umum pada template blogger pada contoh:

<DIV id='outer-wrapper'>Isi Elemen keseluruhan</DIV>

<DIV id='header-wrapper'>Isi Elemen Header</DIV>

<DIV id='content-wrapper'>Isi Elemen Content</DIV>

<DIV class='footer'>Isi Elemen footer</DIV>

<DIV id='sidebar-wrapper'>Isi Elemen Sidebar</DIV>

<DIV id='siteinfo'>Isi elemen Info blog</DIV>

Berapapun jumlah elemen yang ditandai dengan DIV dan ID html bisa dimasukkan,tergantung dari kebutuhan webmaster dalam mendesain sebuah template.Selain ID ada juga CLASS.
Didalam area body inilah anda bisa menambah ataupun mengurangi elemen halaman.Anda juga bisa memindah tataletak dari elemen yang sudah ada.

Lebih jelasnya Baca:ID dan CLASS HTML
Cara mengedit template blogspot


Jadi mutlak diperlukan pengetahuan dasar dasar HTML dan dasar dasar CSS agar mengerti betul bagian mana yang perlu untuk di edit.Jika belum paham sama sekali,disarankan jangan langsung melakukan edit template.Agar tidak bingung dalam mengedit template blogger, pelajari dulu dasar dasar HTML dan CSS pada artikel sebelumnya yang sudah ada blog ini.

Cara mengganti Backgound blog dengan gambar

Sebelum memasang Background gambar atau background IMG, sebaiknya kamu pikirkan terlebih dahulu.Karena penggunaan background gambar yang kurang tepat pada blog bisa menambah loading blog dan mengganggu penampilan.

Saya bilang begitu bukan tanpa alasan,sebab saya sering kali menemukan blog dengan background gambar yang berlebihan.Ketidaknyamanan yang saya rasakan terutama loading yang berat dan warna tulisan yang tersamarkan oleh background.

Pada umumnya seorang desainer template menambahkan gambar sebagai background hanyalah untuk bagian elemen yang kecil saja.Dimaksudkan karena hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan hanya menggunakan CSS saja.


Sebelum kita bahas bagaimana cara menambahkan background gambar untuk template blog,saya akan berbagi tips terlebih dahulu agar nantinya background sesuai dan tidak mengganggu pembaca.

1.Pilih Gambar

Gambar yang akan dipakai sebagai background akan lebih tepat jika menunjukkan nice-blog kamu.Misalnya blog kamu tentang pertanian,maka background yang cocok adalah gambar seperti sayuran atau buah buahan.

Pilih gambar yang berukuran file kecil.Biasanya gambar berekstensi .jpg memiliki ukuran file yang lebih kecil karena bisa diatur kualitasnya.

jangan menggunakan gambar yang dominasi warnanya terlalu kuat dan kontras.

2.Metode pemasangan

Ada beberapa metode  dalam memasang gambar background,gambar diulang secara horizontal,gambar diulang secara vertikal,gambar tidak diulang dan gambar diulang secara horizontal maupun vertikal.

Menurut saya agar loading tidak terlalu bertambah berat dan tidak mengganggu visualisasi,hindari menggunakan metode gambar diulang secara horizontal maupun vertikal.Kamu bisa menggunakan metode gambar diulang horizontal hanya dibagian atas (top) atau background gambar dibagian bawah (bottom).

3.Elemen Template

Elemen dari template blog yang lebih cocok di berikan background gambar adalah elemen body dan elemen header.Karena kedua elemen tersebut bukanlah area konten (dalam hal ini artikel).Sebaiknya untuk elemen post body (content) tidak menggunakan background gambar,apalagi yang terlalu berlebihan.

Cara pemasangan background gambar

Berikut beberapa metode penggunaan CSS untuk pemanggilan gambar sebagai background:

Gambar diulang horizontal dan vertikal (penuh)
body{background: url(/image/style/background.jpg);}


Gambar hanya diulang horizontal dari kiri posisi atas (top)
body{background: url(/image/style/background.jpg) repeat-x top left;}


Gambar hanya diulang horizontal dari kiri posisi bawah (bottom)
body{background: url(/image/style/background.jpg) repeat-x bottom left;}


Gambar hanya diulang vertikal dari kiri posisi atas (top)
body{background: url(/image/style/background.jpg) repeat-y top left;}


Gambar hanya diulang vertical dari kiri posisi bawah (bottom)
body{background: url(/image/style/background.jpg) repeat-y bottom left;}


Gambar tidak diulang , posisi berada ditengah
body{background: url(/image/style/background.jpg) no-repeat center;}


Gambar tidak diulang,  posisi berada ditengah dan tidak bergerak ketika di scroll (fixed)
body{background: url(/image/style/background.jpg) no-repeat fixed center;}


Posisi gambar dengan persen
body{background: url(/image/style/background.jpg) repeat-y 40% left;}


Cara menggunakan background gambar sekaligus dengan menggunakan code warna.

Hal ini biasanya dipakai jika background gambar tidak menyeluruh menutupi elemen.Sehingga sebagian area dari elemen yang tidak tertutupi gambar bisa diberi background warna yang sesuai.
Contoh code CSS:
body{background: #cccfff url(/image/style/background.jpg) repeat-y top left;}
Yang berwarna merah adalah code hex dari warna background yang diinginkan.

Cara penempatan code:
Kamu bisa menempatkan background pada semua elemen template pada CSS.Penempatan code CSS pada template blogspot terletak dibawah tag ]]<b:skin>,cari selector dari elemen yang akan disisipkan background gambar,misalnya body{}, atau #header {}.

Catatan:
/image/style/background.jpg adalah alamat folder gambar dalam satu directory domain situs.Namun jika kamu memanggil gambar dari situs lain harus diketik dengan url gambar lengkap , contoh: http://www.situsgambarku.com/folder/gambar/background.jpg.
Jika blog kamu adalah blog bukan domain sendiri,maka kamu perlu menyimpan gambar yang sudah dipersiapkan kedalam situs hosting gambar.Banyak situs hosting gambar yang bisa kamu manfaatkan,misalnya tinypic.com.


Nilai seperti left atau center itu sama dengan bahasa inggris, artinya kanan atau kiri.Bisa kamu ribah sesuai dengan keinginan kamu memberikan posisi tampilannya.

Membuat NavBar dropdown menu dengan CSS

Navigasi blog yang akan kita buat berikut adalah navigasi horizontal menu dropdown dengan hanya menggunakan CSS.
Karena hanya dengan menggunakan CSS,cara memasangnya pun menjadi cukup simpel.Disamping itu menu dropdown horizontal ini tidak akan memberatkan loading blog kamu.

Jika kamu membutuhkan navigasi lebih banyak untuk beberapa halaman,menu dropdown adalah solusi yang tepat untuk menghemat tempat.

Apa keistimewaan NavBar dropdown berikut?..
  • Desain yang bagus
  • Mudah memasangnya untuk blogger
  • Bekerja baik pada sebagian besar browser
  • Mudah dicustomisasi
  • Menampung banyak link untuk navigasi

Cara memasang NavBar dropdown menu dengan CSS untuk blogger:

Membuat NavBar dropdown menu dengan CSS

1.Buka dashboard blog -> template -> Edit HTML -> temukan tag ]]</:b skin>
Kemudian pastekan code CSS berikut diatasnya:

/* Start Code Dropdown Menu*/
#pad {height:100px;}
#hmenu {padding:0; margin:0; list-style:none; height:30px; position:relative; z-index:500; font-family:arial, verdana, sans-serif;}
#hmenu li {float:left; margin-right:1px;}
#hmenu li a {display:block; float:left; height:30px; line-height:30px; background:#333; color:#ccc; text-decoration:none; font-size:11px; font-weight:bold;

padding:0 25px 0 10px;}


#hmenu table {border-collapse:collapse; width:0; height:0; position:absolute; top:0; left:0;}

/* Default link styling */

/* Style the list OR link hover. Depends on which browser is used */

#hmenu li a:hover {z-index:200; position:relative;color:#fff; background-color:#c60;}
#hmenu li:hover {position:relative; z-index:200;}

#hmenu li:hover > a {
color:#fff;/* Menu Font Color */
background:#840; /* Menu mouse over Color */
}

#hmenu li:hover > a.sub {
color:#fff; /* Drop down item mouse over font Color */
background-color:#840; /* Drop down item mouse over background Color */
}
*/
#hmenu li.current a {color:#fff; background:#840;}


#hmenu li a.sub {
background: #333 url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiukJNxNekpO_Yt6Udf6e6J2kyZ7CH7ggs0ji6P6koSqotdXERSSutH0o9hIkDcS2aZqYeWY65e4cnxNhAdFdNQY_mY8feW5ql8QTqfXDWpyF19uqQsYjZVgFJ9BT3PauC5EdTnVXIbOSI/) /* Down arrow image */
no-repeat right center;
}

#hmenu :hover ul {left:0; top:30px; width:120px; background:#444;}

/* keep the 'next' level invisible by placing it off screen. */
#hmenu ul,
#hmenu :hover ul ul {position:absolute; left:-9999px; top:-9999px; width:0; height:0; margin:0; padding:0; list-style:none;}

#hmenu :hover ul :hover ul
{left:120px; top:-1px; background:#222; white-space:nowrap; width:100px; z-index:200; height:auto;}

#hmenu :hover ul li {margin:0; border-top:1px solid #666;}
#hmenu :hover ul li a {
width:120px; /* Width of sub menu item */
padding:0; text-indent:10px;
background:#333; /* Drop down background color */
color:#ccc; /* Drop down item font Color */
height:30px; line-height:30px;}
#hmenu :hover ul li a.fly {background:#333 url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg53uSZWR9r3tOi_7wM-Vk_R42Yt0YRdBeVbN2jUpuZEIlp1jXr4dvy7TH2zj5tPhs3aUCCm6u9ZHoUWrdZ4krKf1MJDmuUZOaE61aZmTtOwWyH8q7HK-Sa5uoq4EBNuKulcF_LtmFxh2s/) no-repeat right
center;}

#hmenu :hover ul :hover {background-color:#c60; color:#fff;}
#hmenu :hover ul :hover a.fly {background-color:#c60; color:#fff;}

#hmenu :hover ul :hover ul li a {width:100px; padding:0; text-indent:10px; background:#333; /* Dropdown Sub Menu background color */
color:#ccc; /* Dropdown Sub Menu font color */
}
#hmenu :hover ul :hover ul :hover {
background-color:#c60; /* Dropdown Sub Menu mouse over color */
color:#fff;/* Dropdown Sub Menu mouse over font color */
}

/* End code dropdown menu */

2.Memasang kerangka navbar dorpdown bisa diletakkan di bawah header melalui EDIT TEMPLATE ,atau secara langsung dari dalam template.Bisa juga dipasang melalui widget dibawah header (jika ada preferensinya),yaitu Add new widget ->  HTML/Javascript dan tambahkan code kerangka dari navbar dropdown berikut:

<ul id="hmenu">
<li class="current"><a href=""><b>Home</b></a></li>
<li><a href="About Us"><b>About Us</b></a></li>

<li><a class="sub" href="#"><b>Dropdown</b><!--[if gte IE 7]><!--></a><!--<![endif]-->
<!--[if lte IE 6]><table><tr><td><![endif]-->
<ul>
<li><a class="fly" href="#url">Dropdown one<!--[if gte IE 7]><!--></a><!--<![endif]-->
<!--[if lte IE 6]><table><tr><td><![endif]-->
<ul>
<li><a href="#url">Dropdown 1.1</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 1.2</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 1.3</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 1.4</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 1.5</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 1.6</a></li>
</ul>
<!--[if lte IE 6]></td></tr></table></a><![endif]-->
</li>

<li class="sub"><a class="fly" href="#url">Dropdown two<!--[if gte IE

7]><!--></a><!--<![endif]-->
<!--[if lte IE 6]><table><tr><td><![endif]-->
<ul>
<li><a href="#url">Dropdown 2.1</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 2.2</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 2.3</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 2.4</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 2.5</a></li>
</ul>
<!--[if lte IE 6]></td></tr></table></a><![endif]-->
</li>

<li><a class="fly" href="#url">Dropdown five<!--[if gte IE 7]><!--></a><!--<![endif]-->
<!--[if lte IE 6]><table><tr><td><![endif]-->
<ul>
<li><a href="#url">Dropdown 5.1</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 2.2</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown 3.3</a></li>
</ul>
<!--[if lte IE 6]></td></tr></table></a><![endif]-->
</li>
</ul>
<!--[if lte IE 6]></td></tr></table></a><![endif]-->
</li>
<li><a class="sub" href="#"><b>Dropdown</b><!--[if gte IE 7]><!--></a><!--<![endif]-->
<!--[if lte IE 6]><table><tr><td><![endif]-->
<ul>
<li><a href="#url">Dropdown one</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown two</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown three</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown four</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown five</a></li>
<li><a href="#url">Dropdown six</a></li>
</ul>
<!--[if lte IE 6]></td></tr></table></a><![endif]-->
</li>

<li id="support"><a href="#"><b>Menu</b></a></li>
</ul>


Silahkan menambahkan link link navigasi milik kamu dengan cara mengganti link/URL pada kerangka diatas sesuai dengan keinginan.

3.Simpan template - Selesai.

Bagaimana cara membuat CSS scrollbar

Scroolbar adalah bagian elemen yang bisa digeser naik atau turun dengan menggunakan mouse.
Apakah gunanya scroolbar?....
Scroolbar biasanya dipakai jika seorang webmaster bermaksud untuk menghemat tempat dihalaman situsnya yang dirasa  terbatas.Ya,,maksudnya untuk menghemat tempat,terutama untuk widget pada blog.
Jika blog kamu memiliki tempat pada sidebar yang terbatas,agar tidak terlalu memanjang kebawah kamu bisa memanfaatkan css scrollbar ini untuk widget blog.
Bagaimana cara membuat CSS scrollbar
Cara memasang CSS scrollbar

<div style="width: 190px; height: 190px; overflow: auto; padding: 5px">
Konten berada disini...
</div>



Demo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aliquam erat volutpat. Praesent tempus rutrum wisi. Proin dui libero, tempor non, mattis nec, imperdiet a, nulla. Nunc hendrerit, metus eget sodales interdum, ipsum felis lacinia elit, vel bibendum nunc ligula ac wisi. Donec vitae neque. Nam quis ante ut est viverra aliquet. Vestibulum dui. Phasellus ultricies elit nec nibh. Sed pede tortor, tincidunt a, vestibulum id, posuere quis, eros. Vestibulum quam. Nullam augue. Nullam eleifend turpis a augue. Aenean vestibulum. Quisque et velit eu diam consequat nonummy. Nullam volutpat enim et pede.
Fusce pretium. Sed sodales arcu eu nulla. Nunc dapibus dui nec tortor. Ut hendrerit dolor sit amet pede. Proin sit amet lorem. Vestibulum quis ligula. Quisque leo libero, pharetra at, porttitor at, mollis imperdiet, magna. Donec venenatis neque quis arcu. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Ut enim nibh, euismod et, gravida id, euismod et, lacus. Praesent consectetuer velit non neque. Nulla vehicula, arcu tincidunt vehicula ullamcorper, neque sapien iaculis ipsum, sit amet suscipit mi pede vitae augue. Cras tempor, arcu molestie porta pharetra, pede ipsum faucibus nisl, sit amet eleifend urna ante vel nibh. Cras egestas bibendum mauris. Etiam sit amet risus a magna sagittis faucibus.
In ante. Nunc aliquet tincidunt sem. Morbi vestibulum lectus eget tortor. Integer volutpat. Mauris vitae erat quis neque tempor faucibus. Duis mattis. Duis nec magna. Aliquam tristique mattis lorem. Morbi gravida. Nunc malesuada velit id enim. Nullam sit amet dolor eget orci dignissim imperdiet. Morbi viverra neque vitae magna. Sed nonummy. Sed nunc risus, dignissim consectetuer, hendrerit vel, dapibus at, risus. Mauris id neque sit amet augue pretium blandit. Sed sit amet nunc. Sed fermentum tristique nibh. Proin pellentesque tincidunt risus. Aenean erat. In blandit aliquam massa.

Memilih warna yang cocok untuk web/blog

Kadangkala dalam mendesain sebuah template blog/situs,seseorang termasuk saya tidak terlalu memperhatikan tentang warna yang digunakan.Asal menurut kita sendiri bagus,yaudah itulah yang kita pakai.
Eit,,jangan egois begitu jika weblog kita ditujukan untuk dikunjungi  dibaca orang banyak.Pikirkanlah bagaimana agar pengunjung bisa kerasan dan nyaman saat menjelajahi weblog kita demi pageviews untuk SEO.Maka pilihlah takaran yang cocok baik untuk blog atau web.

Pemilihan Warna desain situs merupakan hal yang tidak kalah pentingnya karena akan menentukan respon dari pengunjung situs. Karena Warna adalah yang pertama kali dilihat oleh pengunjung terutama warna background, sementara content yang lain seperti text dan image masih dalam proses loading.Hal ini bukan hal yang sepele, karena akan menimbulkan kesan atau sebuah mood dari situs tersebut.

Untuk mendapatkan warna design yang efektif, mulailah dengan memilih warna yang bisa merepresentasikan sebuah tujuan dan gagasan dari situs Anda. Susunan warna yang anda buat sebaiknya bisa cocok atau sesuai dengan tujuan dari situs Anda.

Jika misalnya situs yang Anda buat adalah situs komunitas, maka lebih kuat moodnya dengan warna warna yang hangat.Hal ini untuk membuat suasana bisa terlihat lebih santai.

Jika situs Anda adalah  sebuah situs Informasi,lebih tepat disebut blog, dimana artikel/tulisan anda yang akan mendominasi, maka sebaiknya warna yang disusun simple dan tidak mengganggu konten.
Misalnya tidak menggunakan background gambar secara penuh dengan warna yang mencolok,hal ini akan membuat tulisan menjadi kurang nyaman jika dibaca.Selain itu,backgound gambar yang besar bisa membuat muat halaman menjadi berat,sehingga pengunjung akan malas menemukan artikel kita yang lain.

Sebaiknya warna tulisan dan warna background dibuat dengan paduan yang serasi sehingga akan menampilkan typografi yang baik dan menjadi enak untuk dibaca.

Untuk situs informasi (blog) sepertinya lebih enak dengan background kontent warna putih dan garis tepi yang agak memudar dan tulisan berwarna hitam.Sementara background body bisa menggunakan warna yang lembut seperti abu abu.Satu lagi agar muat halaman lebih ringan,kurangi penggunaan background image.

Bagaimanakah dengan blog ini?....apakah sudah serasi penggunaan warnanya?....apakah anda merasa nyaman membacanya?,,,,,Terakhir ,apakah muat halaman blog ini berat?.....Yaaa,,,harapan saya semoga sesuai dengan yang diharapkan pembaca dan anda.

Eitth,,,,anda belum nemu desain template blog yang cocok?........dan apakah anda malas untuk edit theme sendiri?,,,,,
Khusus untuk pengguna blogger nih,ada thema bagus lho?,,,,serasiiii banget,,eye cathcing geto lhooo,,,,,dan SEO friendly!...mau mau mau... -> http://artikel-luarbiasa.blogspot.com/2012/01/template-blogger-seo-friendly-serta.html

Edd

Descendant selector CSS

Descendant selector didalam pemrograman CSS Adalah selector yang bisa diatur secara khusus untuk sebuah ID atau CLASS (parent class atau parent ID) yang dibuat webmaster dalam pendefinisian suatu elemen.
Beberapa contoh selector yang bisa diatur sebagai Descendant selector;

  • p (paragraf)
  • h1,h2,h3,h4,h5,h6 (headjng)
  • ul li (list)
  • img (gambar)
  • .widget (hanya pada widget,biasanya untuk template blogspot)
  • a (link)

Contoh pencodean HTML nya;

<div id="contoh">
<H1>Contoh heading H1</H1>
<p> Contoh paragraf</p>
<img src="http://contoh-url-gambar/image.jpg" />
<ul>
<li>List 1</li>
<li>List 2</li>
<li>List 3</li>
</ul>
</div> <!-- End contoh -->

Bagaimana mengatur CSS untuk setiap selector diatas yaitu sebagai descendant dari ID contoh?..

Hanya cukup menambahkan didepannya ID yang bertindak sebagai parent.
Misalnya;

#contoh p{font-family: verdana
}

#contoh H1{font-family: verdana
}

#contoh H2{font-family: arial;
font-size: 17px
}

#contoh img{padding: 3px;
margin: 5px;
}

#contoh ul li{list-style: squre;

}
#contoh a{font-family: georgia;
text-decoration: underline;
color: red;
}


Oya,,,,bagaimana kalau CSS untuk manipulasi widget blogspot?..
Ilustrasinya kita memberikan border pada widget,jadi tiap widget akan memiliki garis tepi sendiri sendiri.

Misalnya CLASS nya adalah "sidebar",contoh code CSSnya;

.sidebar li{list-style: disc;
}
.sidebar a{color: red;
}
.sidebar a:hover, #sidebar a:visited{color: green;
}

.sidebar .widget{border: 1px solid #ccc;
background: #F1F1F1;
padding: 5px;
margin: 10px;
}

Nah begitulah cara memberikan manipulasi pada tiap descendant selector yang ada.

Untuk memudahkan pemahaman,baca dulu mulai dari Apa itu CSS

CSS Margin dan padding

Mengenai apa bagaimana CSS Margin dan padding ini akan saya bahas secara singkat saja,asalkan gampang dimengerti.Saya akan coba terangkan dengan gaya bahasa embongan saya semoga lebih mudah dimengerti.Wakaka...


Margin
Dalam CSS istilah margin adalah memberi jarak atau spasi ke arah luar sebuah  elemen/komponen.

Padding
Padding adalah memberi jarak atau spasi ke arah dalam  sebuah elemen/komponen.

Masih bingung maksudnya?.....coba lihat gambar berikut saja,barangkali lebih mudah untuk dipahami.

Perhatikan ,disana ada warna kuning,merah,silver,biru dan hijau.
Yang warna biru dan merah kita ibaratkan sebagai border,Baca: Border atau garis pembatas.
Yang warna kuning adalah sebuah ID atau elemen yang ada ditengah halaman blog/web.

Yang warna hijau itu merupakan margin dari ID yang berwarna silver dengan border warna biru.
Selanjutnya Jarak antara border warna biru kepada  border warna merah milik dari elemen kuning itu adalah padding.

Tapi Jarak antara  border warna merah dan border warna biru bagi elemen yang berwarna kuning adalah margin.

Masih bingung?....saya juga bingung,bagaimana mesti menerangkan ini,,, :D :D
Semoga saja paham ya?...

Apa gunanya margin dan padding?...
Agar tata letak antar elemen kelihatan lebih seragam dan rapi sehingga lebih enak untuk dipandang mata.

Sekarang saya terangkan mengenai penulisan syntax atau code CSS nya yang mengatur padding dan margin ini.

Penulisan syntaxnya,
Seperti pada CSS border,CSS margin dan padding  ini juga termasuk properti CSS shorthan atau penulisan kode yang singkat/pendek.
Misalnya kita menuliskan syntaxnya;

#elemen1{padding: 5px;margin: 5px}

Maksudnya kita menginginkan disemua sisi dari ID elemen1 memiliki margin dan padding sebesar 5 pixel(px).Disini yang kita atur lebarnya sesuai selera dengan memasukkan satuan lebar yaitu pixel,semakin tinggi nilainya tentu semakin lebar.

Bagaimana jika kita menginginkan padding atau margin disetiap sisi dari suatu ID elemen berbeda?...
Lain katanya  bagaimana kita memberi spasi luar atau dalam yang berbeda ukuran lebarnya dari sebuah elemen ?...

Kita beri saja nilai yang berbeda beda margin atau padding baik disebelah kanan,kiri,atas ataupun bawahnya.

Contoh syntax

#elemen1{padding-left:5px;
padding-right:5px;
padding-top: 10px;
padding-bottom10px
margin-left:5px;
margin-right:5px;
margin-top:10px;
margin-bottom:10px
}

Sehingga hasilnya nanti adalah bagian kiri dan kanan elemen memiliki padding dan margin selebar 5 pixel.
Akan tetapi  bagian sisi atas dan bawah elemen memiliki padding dan margin selebar 10 pixel.

Bisa juga kita singkat penulisan syntaxnya menjadi;

#elemen{padding: 10px  5px  10px 5px;
margin:10px  5px  10px 5px;
}




Contoh pemakaian margin atau padding pada suatu elemen/komponen.

Penulisan code CSSnya;


/*Dengan padding dan margin*/
.elemen{
border: 2px solid red;
}
.elemen2{
border: 2px solid darkblue;
padding: 10px;
margin: 20px
background: #ccc;
color: blue;
text-align:justify
}
/*Tanpa padding dan margin*/
.elemenb{
border: 2px solid red;
}
.elemen2b{
border: 2px solid darkblue;
background: #ccc;
color: blue;
text-align:justify
}


Penampakan jika pakai margin dan padding;
Ini adalah demo komponen dengan menggunakan margin dan padding.Coba bereksplorasi lebih jauh dengan menambahkan properti lain yang sudah dibahas di sesi CSS sebelumnya.

Penampakan jika tidak pakai margin dan padding;
Ini adalah demo komponen yang tidak menggunakan margin dan padding.Coba bereksplorasi lebih jauh dengan menambahkan properti lain yang sudah dibahas di sesi CSS sebelumnya.


Ternyata yang menggunakan padding dan margin tampak lebih bagus dan rapi.Nah sekarang sudah tahu kan apa itu margin dan padding sekaligus kegunaannya. :D

Sekian saja penjelasan dasar yang singkat ini,semoga gampang dipahami.Bagian terpenting dari sebuah belajar adalah praktek.Silahkan dipraktekkan sehingga nanti akan cepat bisa mengembangkan sendiri.Dan guru yang paling baik adalah pengalaman.
Selamat mencoba!!...

CSS border - membuat garis pembatas

Border adalah properti dari CSS untuk menciptakan garis tepi /garis pembatas pada suatu elemen blog.

Border termasuk properti CSS shorthan seperti margin dan padding.Shorthan adalah perintah yang ditulis lebih pendek/singkat.
Perintah panjang penulisan CSS border adalah seperti contoh;

.div{
border-right:1 px solid red;
border-left:1 px solid red;
border-bottom:1 px solid red;
border-top:1 px solid red;
}


Perintah CSS border Shorthan dipakai,jika border pada seluruh sisi elemen dibikin sama.Agar tidak terlalu panjang menuliskannya,Like this;

.div{
border:2 px solid red;
}



Contoh jika border hanya disebelah kanan saja;

.div{border-right: 1px solid blue}


Atau kiri saja;

.div{border-left: 1px solid blue}


Atau hanya kanan dan kiri saja;

.div{border-right: 1px solid blue;
border-left: 1px solid blue
}



Macam macam type border / value

1.Border style types

  • solid
  • double
  • groove
  • dotted
  • dashed
  • inset
  • outset
  • ridge

Ketebalan border

Umumnya dipakai dalam px (pixel)

Warna border

Berdasarkan tabel warna dalam HEX,RGB atau HURUF

Contoh penulisan perintah CSS untuk border secara keseluruhan;

CSS border Shorthan

#div{border: 1px solid red; }


CSS border Panjang

#div{border-top: 1px solid red;
border-bottom: 1px solid red;
}


Atau

#div{border: 1px dashed red; }

Dst...dst

Untuk lebih jelasnya,berikut contoh penulisan perintah CSS macam macam style dari   border;

.ex1{border:3px double red; padding: 10px }
.ex2{border:3px groove blue; padding: 10px }
.ex3{border:3px dotted yellow; padding: 10px }
.ex4{border:3px inset darkred; padding: 10px }
.ex5{border:3px dashed orange; padding: 10px}
.ex6{border:3px outset purple; padding: 10px }
.ex7{border:3px ridge black; padding: 10px }
.ex8{border:3px solid aqua; padding: 10px }

Catatan: Jika menggunakan Value double,outset,inset ,groove dan ridge minimal nilainya adalah 3px supaya kelihatan efeknya.

Dan ini Demo penampakannya;


Ini adalah style double border

Ini adalah style groove border

Ini adalah style dotted border

This is a inset border

Ini adalah style dashed border

Ini adalah style outset border

Ini adalah style ridge border

Ini adalah style solid border


Segini saja tutorial dasar penggunaan CSS border,silahkan berimporvisasi sendiri.

Penggunaan Pseudo class pada CSS

Kenapa dinamakan pseudo?....... Maaf ya saya tidak tahu kenapa disebut dengan pseudo,mungkin beberapa contoh dan penggunaan pseudo pada CSS ini bisa dipahami maksudnya.
Pada umumya yang disebut dengan pseudo ini adalah pemberian khusus pada tag "a".
Apa itu tag "a" .
Tidak hanya untuk tag "a" saja,masih banyak contoh yang bisa disebut dengan pseudo class ini.Namun ini hanya yang paling umum dipakai saja,yaitu untuk membuat style pada achor text.

"a"  adalah selector yang diambil dari HTML untuk membuat yang namanya ANCHOR TEXT.
Tag "a" dari syntax HTML untuk membuat anchor text itu adalah;
<a href="http://home.com" >ANCHOR TEXT</a>

ANCHOR TEXT sendiri adalah text yang mengandung tautan atau link,hasil dari syntax diatas adalah ;
 ANCHOR TEX

Contoh Pseudo class pada link

:link , untuk sebuah tautan  yang belum (belum dimasuki/diklik)

:visited ,untuk tautan yang sudah di klik

:hover ,style   jika pointer diarahkan

:active , style jika link diklik oleh user


Untuk mendeklarasikannya kedalam syntax css,contohnya;

p a:link{color: red}

Maka semua link yang berada pada suatu elemen HTML (<p> ...text link...</p>) akan memiliki warna merah.

link contoh

p a:visited{color: blue}

Maka semua link yang berada pada suatu elemen HTML (<p> ...text link...</p>) yang sudah di klik oleh browser user akan berwarna biru.


p a:hover{color:orange}

Maka semua link yang berada pada suatu elemen HTML (<p> ...text link...</p>) ,jika pointer user mengarah pada link maka link akan berubah warna menjadi merah.

p a:active {color: yellow}

Maka semua link yang berada pada suatu elemen HTML (<p> ...text link...</p>) jika mouse / lingk di tekan,maka sesaat akan memberi jeda warna kunng.

Mengenai deklarasi dari  a: kita bisa memberi sentuhan efek macam macam dengan bereksplorasi dengan deklarasi dari pseudo class ini.Silahkan dicoba...

For example:

Penulisan syntax CSS pseudo


a:link {
color: white;
background-color: black;
text-decoration: none;
border: 2px solid white;

}
a:visited {
color: white;
background-color: black;
text-decoration: none;
border: 2px solid white;

}
a:hover {
color: black;
background-color: white;
text-decoration: none;
border: 2px solid black;
}


Jika tag "a" dipakai sebagai descendent selector,misalnya disini selector diatasnya adalah ".post-body" (hanya ngasih efek untuk "anchor text" yang berada di bawah CLASS .post-body),gampang saja hanya tinggal menambahkan.

For example


.post-body a:link {
color: white;
background-color: black;
text-decoration: none;
border: 2px solid white;

}
.post-body a:visited {
color: white;
background-color: black;
text-decoration: none;
border: 2px solid white;
}
.post-body a:hover {
color: black;
background-color: white;
text-decoration: none;
border: 2px solid black;
}
.s2 a{color: red;font-size: 30px;}
.s2 a:hover{color: green;}


Hasil dibawah ini,silahkan arahkan pointer anda untuk melihat hasilnya :D








Contoh lain penggunaan :hover pada suatu elemen;

.contoh{background: red;
width: 500px;
height: 40px;
border: 2px solid blue;
}
.contoh:hover{background: yellow;
width: 500px;
height: 40px;
border: 2px solid darkred;
}


Penampakan;


Arahkan pointer anda ke kolom ini

ID dan CLASS dalam CSS

ID dan CLASS dalam pemrograman CSS Adalah selector yang dibuat oleh seorang webmaster dalam memanipulasi pada satu elemen pada halaman HTML / web.
ID didefinisikan dengan menggunakan tanda " # " dan CLASS didefinisikan dengan menggunakan tanda titik " . " .
Kalau CLASS digunakan untuk memanipulasi banyak elemen dengan satu selector.

Contoh Penulisan ID pada elemen HTML

<div id="selector">
ISI Elemen dengan ID selector</div>


Syntak CSS nya menjadi

#selector{properti: value;}



Contoh Penulisan CLASS pada elemen HTML

<div class="selector">
ISI elemen pada class selector</div>


Syntak CSS nya menjadi

.selector{properti: value;}


Nah,bedanya hanya pada pemberian tanda psgsr  "#" dan titik "." diawal penulisan.


Contoh penerapan ID dan CLASS pada suatu template HTML

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
    <head>
        <title>ID dan Class</title>

        <style type="text/css">
           body{background: #f1f1f1;
                     text-align: center
                     font family: arial;
                     font-size: 12px
                      }
            #slelect-wrapper {width: 500px;
                           font-size: 93%;border: 1px solid #000;  
                            }
            .select-1a{background: #ccc;
                          border: 1px solid red;
                          font-style: italic;
                           width: 300px;
                           }
            .select-1b{width: 300px;
                          background: #ccc;
                          border: 1px solid red;
                          font-style: italic;
                          }                  </style>
</head>
<body>
<div id="select-wrapper">
 <div class="select-1a">
 Isi dari CLASS select-1a
<div>
<div class="select-1b">
Isi dari CLASS select-1b
</div>
<div><!-- End select-wrapper -->
    </body>
</html>


---------------------------------Tambahan----------------------------------------------
Descendant Selector
Apa lagi itu Descendant Selector?...
Descendant Selector adalah selector yang memanfaatkan elemen diatasnya , untuk dimanipulasi kemudian.

Lihat contoh saja,biar mudah :D

Misalnya kode HTMLnya begini;

<div class="post-body">
<h1>Contoh judul postingan</h1>
<p>Contoh paragraf contoh paragraf disini paragraf<p>
</div>


p dan h1 adalah selector turunan dari selector ".post-body"
Jadi,isi "<p>" dan "<h1>"adalah memiliki style huruf yang sama,baik font-family,font weight,text decoration dll dengan manipulasi CSS CLASS dari post-body.

<h1> dan <p> adalah descendant selector yang bisa kita atur / manipulasi dengan memanfaatkan elemen diatasnya yaitu CLASS post-body

Jika post-body mendeklarasikan text warna merah,maka text pada h1 dan <p> juga memiliki warna merah , termasuk jika mendeklarasikan  style font yang lain.
Lalu bagaimana cara agar kita memberi satu perbedaan pada style font pada masing ,masing  h1 dan p dimana itu merupakan descendant delector dari ".post-body" ....

Begini cara dan contoh penulisannya;


.post-body h1{ font-size: 25 px}
.post-body p{font-color: blue}

Properti CSS (Font)

CSS font adalah  properti dari CSS untuk mengatur huruf yang akan ditampilkan dihalaman blog kita.Ada bermacam macam value yang bisa kita berikan.Kita contohkan dasar-dasar CSS font yang paling banyak dipakai yaitu;

font-color
Untuk mengatur warna  huruf yang kita inginkan.
Untuk menentukan value atau warna sebaiknya kita berpedoman kepada tabel warna HTML,jika menginginkan warna yang lengkap.
Kode warna bisa ditulis dengan model hexadecimal,RGB ataupun kata.

Contoh  penulisan warna(value);

RGB :rgb(20,43,234)
HEX : #FF000
KATA : RED

Contoh penulisan;

p{font-color: #FF0000}

Contoh penampakan;

Ini adalah contoh warna #FF0000


font-family
untuk menampilkan jenis-jenis font yang ingin kita pakai,valuenya adalah dari macam macam jenis huruf,ini beberapa contohnya;

Value
verdana
arial
sans-serif
georgia
dll

Contoh penulisan;

p{font-family: verdana}
p{font-family: arial}


Contoh penampakan;

Ini adalah font family verdana

Ini adalah font family arial

font-size
Untuk mengatur ukuran dari huruf
Value yang bisa kita masukkan disebut satuan,kita bisa menggunakan satuan ukuran;
Value
pixel (px)
point (pt)
Em (em)
inch (in)
persen (%)
Satuan px,pt dan in adalah satuan absolut artinya memiliki ukuran yang bersifat tetap.
Satuan em dan % (persen) bersifat relatif,atau dinamis yang artinya menyesuaikan dengan konfigurasi user.Em adalah satuan yang menyesuaikan dengan ukuran default font browser,sedangkan % itu menyesuaikan dengan resolusi dari monitor atau layar.
Bisa juga dengan perintah kata,misalnya large,small ataupun x-large.Ini bersifat relatif ,menyesuaikan dengan monitor perangkat yang dipakai.
Contoh penulisan;
p{font-size: 12px}
p{font-size: 1.2em}
p{font-size: 12pt}
p{font-size: 0.1in}
p{font-size: 95%}
p{font-size: small}
p{font-size: large}
p{font-size: x-large}


Contoh penampakan;

ini adalah contoh ukuran
ini adalah contoh ukuran
ini adalah contoh ukuran
ini adalah contoh ukuran

font-weight
Untuk menentukan apakah huruf dibikin tebal atau normal
value
bold ,,jika menginginkan huruf menjadi tebal
normal ,jika menginginkan huruf normal.Hanya perlu ditulis jika ini adalah elemen turunan dan induknya menggunakan font-weight :bold,tetapi kita menginginkan huruf normal pada elemen ini)
Contoh penulisan;

p{font-weight: bold}

Contoh penampakan;

Ini adalah contoh font-weight: bold


font-style
Sesuai dengan namanya,yaitu style alias gaya dari huruf
Value yang umum dipakai adalah italic atau oblique,kayaknya hanya persamaan kata saja.
Contoh penulisan:

p{font-style: italic}
p{font-style: oblique}

Contoh penampakan
Ini adalah font italic
Ini adalah font oblique

text-decoration
Text-decoration hampir sama dengan font style,yaitu hanya untuk menambahkan  semacam efek pada kata.
Value
underline,jika menginginkan sebuah kata / huruf  memakai garis bawah.
blink,jika menginginkan kata atau huruf berkedip kedip.
strike,jika ingin memberi garis coret pada text
noneJika tidak menginginkan sebuah decoration pada sebuah elemen,dengan asumsi selector yan berada diatas elemen ini menggunakan properti text-decoration .

Contoh penulisan;

p{text-decoration: none}
p{text-decoration: underline}
p{text-decoration: blink}
p{text-decoration: strike}


Contoh penampakan

Ini adalah text-decoration underline


text-align
Berfungsi untuk mengatur posisi kata/huruf
Value
left ,adalah rata kiri
right,adalah rata kanan
center,adalah berada ditengah
justify ,rata kiri dan kanan

Contoh penulisan;

p{text-align: left}
p{text-align: right}
p{text-align: center}
p{text-align: justify}



Contoh penampakan
Ini adalah rata kiri(text-align: left)



Ini adalah rata kanan(text-align:right)




Ini adalah tengah(text-align : center)

Ini adalah tengah(text-align : justify)Ini adalah tengah(text-align : justify)Ini adalah tengah(text-align : justify)Ini adalah tengah(text-align : justify)


Text-transform
Ini berfungsi untuk merubah model huruf
Value
uppercase,jika menginginkan huruf balok/besar semua,walau tulisan diketik dengan huruf biasa.
none,jika tidak menginginkan fungsi ini.

Contoh penulisan;

p{text-transform: uppercase}
p{text-transform: none}

Contoh penampakan;

INI ADALAH CONTOH DARI TEXT-UPPERCASE

Segitu dulu untuk dasar CSS font dan penjelasan secara singkat.

Pengenalan properti CSS (background)

Properti CSS adalah syntax yang diperlukan untuk memanipulasi selector yang kita inginkan.Untuk mengetahui apa itu selector,properti dan value baca dulu: Apa itu CSS .

Nah berikut  properti CSS yang umum dipakai (dasar) dalam penggunaan properti "background"

background

background-color
background-image
background-repeat
background-position
background-attachment

Contoh penerapan

body{
background-color: white;
background-image: url(http://gambarku.com/image.jpg);
background-position: center;
background-repeat: repeat-x;
background-attachment: fixed;
}

Maksudnya  kita memakai warna latar belakang seluruh bagian blog kita (body) dengan warna putih dan menggunakan latar berupa gambar juga .Gambar tersebut  diulang menyamping (horisontal) dan berada ditengah,sekaligus  bersifat tetap (fixed) ketika halaman blog di scrool keatas atau bawah.

Karena penulisan syntax diatas terlalu banyak dan menyita waktu,maka bisa juga dipersingkat menjadi seperti berikut.

body{
background: white url(http://gambarku.com/image.jpg) repeat-x  center 30%;
background-attachment: fixed;
}

Kita bisa mengatur value dari properti background-repeat dan background-position untuk menentukan posisi background image sesuai yang kita inginkan.

background-repeat:
repeat : mengulang background gambar  kekanan sekaligus bawah
no-repeat: tidak mengulang background gambar
repeat-x: mengulang background gambar secara horizontal
repeat-y: mengulang background gambar secara vertical

background-position:
center : background gambar ditengah
top      : background gambar berada diatas
bottom:background gambar  berada dibawah
%(persen):background gambar berada berapa persen dari lebar selector

Contoh lain dengan background position
body{
background: white url(http://gambarku.com/image.jpg) no-repeat  center top;
}

Maksudnya,backgaround image tersebut  tidak diulang dan akan berada di paling atas dan  posisinya berada ditengah.

body{
background: white url(http://gambarku.com/image.jpg) no-repeat  center;
}

Maksudnya,backgaround image tersebut tidak diulang dan berada ditengah tengah.

Itulah dasar dari penggunaan syntax CSS untuk properti background,silahkan bereksplorasi untuk mengembangkannya.

Apa itu CSS

CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet ,pengertiannya adalah sekumpulan code pemrograman web yang berfungsi untuk mengendalikan beberapa komponen didalam web sehingga menjadi tampak seragam,berstruktur dan teratur.CSS inilah yang bertanggung jawab atas penampilan web anda  dimata pengunjung melalui browser internet.
CSS yang buruk bisa membuat visitor Anda tidak kerasan lagi menjelajahi blog anda,apalagi untuk kembali lagi.
Memaksimalkan CSS adalah penting (khususnya) blog agar lebih nyaman untuk dibaca dilihat oleh visitor anda dan kalau bisa bikin lah CSS yang meringankan loading.

Jika anda tertarik untuk mengedit tampilan template blog sendiri,maka mengerti CSS adalah wajib.Namun ingat,untuk menjadi seorang blogger tidak wajib untuk mengerti CSS karena banyak template yang bisa didapat dari desainer blog.Tapi tak ada salahnya kan mengerti sedikit saja?.....karena menggunakan tampilan blog hasil desain sendiri itu dapat memberikan kepuasan tersendiri.

Apa itu CSS
Pengenalan Dasar penulisan CSS

Untuk pengenalan dasar CSS,kita wajib mengetahui apa itu yang namanya ;

  • Selector
  • Properti
  • Deklarasi
  • Nilai/Values

Contoh penulisan code  CSS

body {background-color: white;}

body adalah sebagai Selector
background-color adalah Properti
white adalah Nilai/values

Deklarasi adalah bagian yang berada didalam "{  }" yaitu properti dan nilai


Selector adalah bagian atau elemen yang ingin kita atur stylenya.
Properti adalah komponen yang kita butuhkan
Nilai/value adalah nilai dari deklarasi yang kita inginkan

Segitu saja dasar CSS,untuk lebih lanjut,nanti kita akan mengenal apa saja code yang bisa dimasukkan kedalam golongan properti,selector ataupun Nilai untuk postingan berikutnya.

Metode yang dipakai dalam penggunaan CSS

Inline style sheet metode
Penulisan atribut css langsung kedalam code HTML yang dimaksud

Contoh:

<div align="center" style="background="white;"> Ini adalah bagian yang diatur stylenya</div>


Embeded style sheet
Penulisan CSS dengan mendefinisikan dulu didalam sebuah tag
<style type="text/css">code CSS</style> yang dipasang sebelum tag </head>
Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.

Contoh:

<html>
<head>
<title>Title halaman</title>
<style>
body {background:#0000FF; color:#FFFF00;}
h1 {font-size:18px; color:#FF0000}
p {font-size:12px; font-family:arial; text-indent:0.5in}
.header-wrapper{margin:0 auto;border 1px solid #cccccc;}
</style>
</head>
<body>
<div class="header-wrapper">komponen header</div>
<h1>Judul psotingan ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>
<p>Artikel /paragraf ada disini berukuran 12</p>
</body>
</html>

Menurut sifatnya CSS itu memiliki 2 sifat yaitu CSS external dan CSS internal adalah CSS yang ditulis secara langsung didalam halaman web yang disesain.Jika anda membuat dua halaman web yang berstyle sama ,maka dihalaman yang kedua kita juga memasukkan code css yang sama

CSS external adalah CSS yang ditulis didalam berkas style.css dan diletakkan ditempat khusus atau bahkan diluar dari situs tersebut.
Berkas CSS itu bersxtensi css,bisa di beri nama yang memudahkan untuk diingat,misalnya cssku-page1.css.
Rumor mengatakan bahwa css external itu lebih meringankan loading blog?...saya kurang tahu pasti.Tergantung pilihan anda,lebih suka cara yang mana..

Cara penulisan code pemanggilan css  adalah
<link href="http://situsku.com/style/cssku.css" rel="stylesheet" type="text/css" media="screen"></link>

Segitu saja pengenalan pokok pokok CSS untuk posting kali ini,Nanti akan kita ulas lebih lanjut lagi.